FireFox Ultimate Optimizer
Kita semua tentu tahu Mozilla Firefox, sehingga sepertinya saya sudah tidak perlu lagi menjelaskan serba-serbi browser yang satu ini.
Saya menggunakan Firefox sudah cukup lama, semenjak versi 1.x, 2.x hingga kini berlanjut versi 3 yang belum lama ini diluncurkan dan mencatat rekor download yang fantastis: 8 juta download dalam 24 jam pertama! Bandingkan dengan Firefox 2 yang ‘hanya’ didownload 1,6 juta kali saat peluncurannya.
Saya menggunakan Firefox karena berbagai alasan, pertama fitur multi-tab nya yang menyenangkan, jauh sebelum IE versi 7 merilis tab ini. Kedua, begitu banyak add-on yang sangat sangat memperkaya fitur Firexof sehingga memudahkan aktifitas selancar saya. Belum lagi Firefox yang relatif ‘kebal’ terhadap trojan. Beberapa rekan kerja yang menggunakan IE berkali-kali dihajar Trojan yang ternyata tidak terdeteksi oleh antivirus. Masih banyak lagi alasan lainnya.
Namun demikian, satu hal dari Firefox yang tidak saya sukai adalah kerakusannya dalam menggunakan memori. Banyak yang menyebut hal ini sebagai “memory leak” alias kebocoran memori. Jika saya mengoperasikan Firefox secara kontinyu selama beberapa jam dan simultan membuka banyak tab, maka komputer saya lama kelamaan akan terasa sangat lambat. Begitu saya cek di Task Manager > Process, masya Allah, memori yang digunakan oleh Firefox bisa mencapai ratusan MB.
Setelah mencoba tips dan trik untuk mengurangi memory leak ini – dan ternyata cukup banyak yang mengalaminya, saya sampai pada satu aplikasi kecil (stand alone) bernama Firefox Ultimate Optimizer (FUO). Sebenarnya sejak lama saya mendengar nama ini, tapi selama ini saya tidak begitu memperdulikannya, sampai saya membaca salah satu review tentangnya di sini, dan karena kemalasan saya, saya berusaha mencari versi bahasa Ibu, dan ketemu di sini.
Saya jadi penasaran dan kemudian mendownload DI SINI. “Klo gak jalan, ya tinggal uninstall”, begitu pikir saya. Setelah saya install dan saya jalankan, terkaget-kagetlah saya. IT WORKS, MAAN..!! Begitulah kata wong londo sana kalau kegirangan.
Untuk jelasnya, kita tampailkan saja sekrinsyut nya supaya tidak basbang.
Ini memori yang dikangkangi Firefox, sebelum install FUO:

Firefox makan memori sampai 125 MB? Yeah. Tapi lihat Outlook, hehehe…
Nah setelah diinstall, begini jadinya…

Firefox sekarang hanya memakan memori sebesar 1,98 MB saja. Dan ini bertahan terus selama saya menjalankan Firefox, kalaupun naik, biasanya tak lebih dari 5-6 MB saja.
Sebenarnya, apa sebenarnya yang dilakukan oleh si FUO ini? Embuh je… masih males nyari, pokoknya Firefox saya sekarang gak rakus memori lagi.
Monggo dicoba..
Saya menggunakan Firefox sudah cukup lama, semenjak versi 1.x, 2.x hingga kini berlanjut versi 3 yang belum lama ini diluncurkan dan mencatat rekor download yang fantastis: 8 juta download dalam 24 jam pertama! Bandingkan dengan Firefox 2 yang ‘hanya’ didownload 1,6 juta kali saat peluncurannya.
Saya menggunakan Firefox karena berbagai alasan, pertama fitur multi-tab nya yang menyenangkan, jauh sebelum IE versi 7 merilis tab ini. Kedua, begitu banyak add-on yang sangat sangat memperkaya fitur Firexof sehingga memudahkan aktifitas selancar saya. Belum lagi Firefox yang relatif ‘kebal’ terhadap trojan. Beberapa rekan kerja yang menggunakan IE berkali-kali dihajar Trojan yang ternyata tidak terdeteksi oleh antivirus. Masih banyak lagi alasan lainnya.
Namun demikian, satu hal dari Firefox yang tidak saya sukai adalah kerakusannya dalam menggunakan memori. Banyak yang menyebut hal ini sebagai “memory leak” alias kebocoran memori. Jika saya mengoperasikan Firefox secara kontinyu selama beberapa jam dan simultan membuka banyak tab, maka komputer saya lama kelamaan akan terasa sangat lambat. Begitu saya cek di Task Manager > Process, masya Allah, memori yang digunakan oleh Firefox bisa mencapai ratusan MB.
Setelah mencoba tips dan trik untuk mengurangi memory leak ini – dan ternyata cukup banyak yang mengalaminya, saya sampai pada satu aplikasi kecil (stand alone) bernama Firefox Ultimate Optimizer (FUO). Sebenarnya sejak lama saya mendengar nama ini, tapi selama ini saya tidak begitu memperdulikannya, sampai saya membaca salah satu review tentangnya di sini, dan karena kemalasan saya, saya berusaha mencari versi bahasa Ibu, dan ketemu di sini.
Saya jadi penasaran dan kemudian mendownload DI SINI. “Klo gak jalan, ya tinggal uninstall”, begitu pikir saya. Setelah saya install dan saya jalankan, terkaget-kagetlah saya. IT WORKS, MAAN..!! Begitulah kata wong londo sana kalau kegirangan.
Untuk jelasnya, kita tampailkan saja sekrinsyut nya supaya tidak basbang.
Ini memori yang dikangkangi Firefox, sebelum install FUO:

Firefox makan memori sampai 125 MB? Yeah. Tapi lihat Outlook, hehehe…
Nah setelah diinstall, begini jadinya…

Firefox sekarang hanya memakan memori sebesar 1,98 MB saja. Dan ini bertahan terus selama saya menjalankan Firefox, kalaupun naik, biasanya tak lebih dari 5-6 MB saja.
Sebenarnya, apa sebenarnya yang dilakukan oleh si FUO ini? Embuh je… masih males nyari, pokoknya Firefox saya sekarang gak rakus memori lagi.
Monggo dicoba..

0 comments: